<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Just write it.</title>
	<atom:link href="http://suratsurat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suratsurat.wordpress.com</link>
	<description>A future writer learns to write</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Nov 2008 18:46:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='suratsurat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Just write it.</title>
		<link>http://suratsurat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://suratsurat.wordpress.com/osd.xml" title="Just write it." />
	<atom:link rel='hub' href='http://suratsurat.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Nepotisme untuk saya</title>
		<link>http://suratsurat.wordpress.com/2008/11/28/nepotisme-untuk-saya/</link>
		<comments>http://suratsurat.wordpress.com/2008/11/28/nepotisme-untuk-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 18:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antibilang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suratsurat.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Zaman reformasi jadi zaman dimana kata &#8216;nepotisme&#8217; jadi sangat sangat terkenal. Dikit dikit nepotisme. Ada apa apa dibilang nepotisme. Well, kalau anda satu pikiran dengan saya, memaknai &#8216;nepotisme&#8217; sebagai upaya mendekatkan orang yang kia kenal ke kesempatan yang kita lihat menguntungkan, sini saya beritahu apa arti nepotisme bagi hidup saya. Nepotisme adalah ketika senior saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suratsurat.wordpress.com&amp;blog=3533679&amp;post=18&amp;subd=suratsurat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Zaman reformasi jadi zaman dimana kata &#8216;nepotisme&#8217; jadi sangat sangat terkenal. Dikit dikit nepotisme. Ada apa apa dibilang nepotisme.</p>
<p>Well, kalau anda satu pikiran dengan saya, memaknai &#8216;nepotisme&#8217; sebagai upaya mendekatkan orang yang kia kenal ke kesempatan yang kita lihat menguntungkan, sini saya beritahu apa arti nepotisme bagi hidup saya.</p>
<p>Nepotisme adalah ketika senior saya menawarkan pada saya untuk mengajar privat pada murid kelas 2 SMA yang bersiap menghadapi ujiannya.</p>
<p>Nepotisme adalah ketika dosen pembimbing akademik saya, dosen pembimbing KP saya, dosen pembimbing skripsi saya, memberikan nama saya pada orang yang kebetulan membutuhkan bantuan untuk data entry.</p>
<p>Nepotisme adalah ketika seorang teman merekomendasikan nama saya ketika ada posisi lowong di tim nya.</p>
<p>Nepotisme adalah ketika dosen saya mengajukan beberapa mahasiswa nya untuk masuk ke dalam satu kantor pemerintahan sebagai tenaga bantu bantu (dengan nama keren : Konsultan), dimana saya adalah salah satu nya.</p>
<p>Nepotisme adalah ketika bos lama merekomendasikan saya ke kantor lainnya. Dan membawa saya mendarat dengan manis di kantor lainnya itu.</p>
<p>Nepotisme adalah ketika bos kantor-lainnya itu mengirim CV saya ke kantor berikutnya. Dan membawa saya meluncur ke kantor-berikutnya tanpa hambatan berarti.</p>
<p>Nepotisme adalah ketika bos kantor-lainnya menarik saya kembali ke kantor-lainnya itu, tepat setelah kontrak saya berakhir dengan kantor-berikutnya itu.</p>
<p>Nepotisme adalah ketika seorang teman lainnya menawarkan pada saya untuk menaruh CV pada posisi lowong di kantornya. Yang membawa saya pada sesi phone interview dan face to face interview dengan dirinya dan bos nya.</p>
<p>Nepotisme telah menjadi komponen pembangun CV saya. Nepotisme, kata orang-orang. Namun saya memiliki nama yang lebih indah untuknya. NETWORKING. Itu namanya NETWORKING.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suratsurat.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suratsurat.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suratsurat.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suratsurat.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suratsurat.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suratsurat.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suratsurat.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suratsurat.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suratsurat.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suratsurat.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suratsurat.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suratsurat.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suratsurat.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suratsurat.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suratsurat.wordpress.com&amp;blog=3533679&amp;post=18&amp;subd=suratsurat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suratsurat.wordpress.com/2008/11/28/nepotisme-untuk-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4704cf3ffe3c8119eb63b74028a435b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">antibilang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kupu-kupu Kirana (1)</title>
		<link>http://suratsurat.wordpress.com/2008/09/12/kupu-kupu-kirana-1/</link>
		<comments>http://suratsurat.wordpress.com/2008/09/12/kupu-kupu-kirana-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 14:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antibilang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suratsurat.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini teh manis yang ada di hadapan Kirana sama sekali tidak terasa manis. Tenggorokannya masih terasa terganjal. Dadanya masih terasa berdebar-debar. Keningnya masih berkerut. Beni menyatakan cinta hari ini. Pada Kirana. Sepulang les tadi. &#8220;Aku mencintaimu Rana. Maukah kamu menjadi pacarku?”, ujar Beni sore tadi. Tegas. Tidak terlihat ada tanda-tanda kegugupan. Matanya memandang lurus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suratsurat.wordpress.com&amp;blog=3533679&amp;post=12&amp;subd=suratsurat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini teh manis yang ada di hadapan Kirana sama sekali tidak terasa manis. Tenggorokannya masih terasa terganjal. Dadanya masih terasa berdebar-debar. Keningnya masih berkerut. Beni menyatakan cinta hari ini. Pada Kirana. Sepulang les tadi.</p>
<p>&#8220;Aku mencintaimu Rana. Maukah kamu menjadi pacarku?”, ujar Beni sore tadi. Tegas. Tidak terlihat ada tanda-tanda kegugupan. Matanya memandang lurus ke mata Kirana.</p>
<p>Kirana terdiam.</p>
<p>“Aku akan memberikanmu waktu untuk berfikir. Katakan padaku jika kamu sudah siap menjawab,” lanjut Beni. Ah, mengapa ia seperti mampu membaca pikiranku, bisik Kirana dalam hati.</p>
<p>Malam ini, Kirana tidak bisa tidur. Ia berusaha merangkai kembali kumpulan memorinya mengenai Beni. Mereka bertemu 7 tahun lalu. Di masa perkenalan siswa baru. Beni adalah teman sekelasnya. Tiga tahun Beni menjadi teman belajarnya. Beni yang pandai matematika dan Kirana yang pandai biologi selalu bertukar peran mengajari-diajari setiap masa ulangan tiba. Hasilnya perfect. Nilai Biologi Beni cukup bagus dan nilai Matematika Kirana pun tak kalah indahnya. Ada saat-saat dimana mereka kabur dari mata pelajaran bahasa indonesia yang sama-sama mereka tidak sukai.</p>
<p>Berbeda sekolah saat SMA tidak membuat pertemanan mereka luntur. Keduanya les bahasa inggris di tempat yang sama. “Bahasa Inggris itu kunci keberhasilan”, pikir mereka. Meski akhirnya Beni memilih jurusan Akuntansi dan Kirana memilih jurusan Teknik Kimia, komunikasi mereka terus terbangun.</p>
<p>“Melisa jadi pacarku,” ujar Beni suatu hari. Suaranya terdengar bersemangat.</p>
<p>“Rio dan aku jadian,” cerita Kirana di hari lainnya. Suaranya terdengar riang.</p>
<p>Mereka terus bertukar cerita. Kirana selalu tahu siapa pacar-pacar Beni dan sebaliknya. Dan sudah 1 tahun terakhir Beni menjomblo. Sementara Kirana masih bersama Dimas, pacarnya sejak 1,5 tahun lalu.</p>
<p>“Lalu apa maksud semua ini?”, keluhku dalam hati.</p>
<p>“Untuk apa Beni mengungkapkan cintanya padaku kini?”</p>
<p>-tobecontinued-</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suratsurat.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suratsurat.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suratsurat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suratsurat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suratsurat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suratsurat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suratsurat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suratsurat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suratsurat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suratsurat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suratsurat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suratsurat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suratsurat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suratsurat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suratsurat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suratsurat.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suratsurat.wordpress.com&amp;blog=3533679&amp;post=12&amp;subd=suratsurat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suratsurat.wordpress.com/2008/09/12/kupu-kupu-kirana-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4704cf3ffe3c8119eb63b74028a435b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">antibilang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsentrasi</title>
		<link>http://suratsurat.wordpress.com/2008/09/11/konsentrasi/</link>
		<comments>http://suratsurat.wordpress.com/2008/09/11/konsentrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 21:17:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antibilang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suratsurat.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Saya punya masalah dengan konsentrasi. Dan saya menyadarinya pada kegiatan paling penting sebagai umat muslim. Saat shalat. Saya sering kali lupa saya sedang berada di rakaat berapa. Padahal rakaat maksimal yang saya kerjakan hanya 4. Biasanya saya mulai ragu apakah saya sedang berada di rakaat ke 2 atau 3. Atau ketika sudah selesai. Saya kadang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suratsurat.wordpress.com&amp;blog=3533679&amp;post=7&amp;subd=suratsurat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya punya masalah dengan konsentrasi.</p>
<p>Dan saya menyadarinya pada kegiatan paling penting sebagai umat muslim. Saat shalat. Saya sering kali lupa saya sedang berada di rakaat berapa. Padahal rakaat maksimal yang saya kerjakan hanya 4. Biasanya saya mulai ragu apakah saya sedang berada di rakaat ke 2 atau 3. Atau ketika sudah selesai. Saya kadang ragu apakah tadi saya sudah melakukan tahiyat pertama. Coz I barely cannot remember. Saya bahkan merasa perlu menaruh “pertanda” di sekitar tempat shalat saya untuk mengingatkan diri pada rakaat berapa saya saat itu.</p>
<p>Ini sudah parah. Saya sadar.</p>
<p>Penyebabnya adalah kurang konsentrasi. Pada shalat, saya mungkin telah menjadikannya sebagai rangkaian kegiatan rutin semata. Pikiran saya berkelana kemana-mana, sementara tubuh saya melakukan rangkaian takbir, rukuk, sujud, duduk, dst. No wonder saya tidak bisa menentukan sedang berada di rakaat berapa kah saya.</p>
<p>Hal (hampir) serupa terjadi di pekerjaan. Most of my time di kantor saya habiskan untuk blogwalking. Dengan jaringan internet yang sudah mandatory, kebebasan bertanggung jawab yang diberikan, dan  hobi membaca kisah orang lain, saya mendapati diri saya menghabiskan waktu lebih banyak di depan blog (orang lain). Padahal di lain waktu saya mendapati diri saya dengan tenangnya bekerja 100% ketika internet mati. Ini lagi-lagi masalah konsentrasi. Pikiran saya berkelana kemana-mana, sementara mata dan tangan saya ada di depan komputer. Solusi yang saya coba pakai adalah dengan sistem jatah. Saya “menjatahi” diri saya jam makan siang untuk blogwalking. Itupun sambil menunggu teman bersiap berangkat makan siang. Tapi ini tidak sepenuhnya berhasil. Kadang saya “mencuri” waktu di tengah-tengah pekerjaan. “Jenuh dan butuh hiburan” adalah alasan yang biasanya saya berikan untuk menjustifikasi “pembangkangan terhadap aturan yang saya buat sendiri”. Hanya satu blog, pikir saya. Lalu ketika tidak ada update pada blog itu, satu blog lagi tidak apa-apa, begitu lagi pikir saya. Hingga akhirnya saya menjelajahi semua blog yang jadi santapan rutin, in one way. How pathetic.</p>
<p>I am now come up with another solution.</p>
<p>I will give myself 100% on evertyhing I do that particular time.</p>
<p>Saya shalat ketika saya sudah siap 100% shalat. Saya mengerjakan tugas dengan kesiapan 100%. Its all about time management. Time allocation. Shalat ketika memang sudah waktunya. Kerja ketika memang waktunya. Dengan cara ini, saya berharap saya bisa memberikan konsentrasi penuh pada hal yang sedang saya kerjakan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suratsurat.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suratsurat.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suratsurat.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suratsurat.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suratsurat.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suratsurat.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suratsurat.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suratsurat.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suratsurat.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suratsurat.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suratsurat.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suratsurat.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suratsurat.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suratsurat.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suratsurat.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suratsurat.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suratsurat.wordpress.com&amp;blog=3533679&amp;post=7&amp;subd=suratsurat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suratsurat.wordpress.com/2008/09/11/konsentrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4704cf3ffe3c8119eb63b74028a435b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">antibilang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi dan cita-cita</title>
		<link>http://suratsurat.wordpress.com/2008/08/22/mimpi-dan-cita-cita/</link>
		<comments>http://suratsurat.wordpress.com/2008/08/22/mimpi-dan-cita-cita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 11:07:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antibilang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suratsurat.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Sayang sekali, saya tidak berhasil -errrr&#8230;tidak bersedia meluangkan waktu lebih banyak untuk- menemukan arti harfiah dari mimpi dan cita-cita. Saya punya arti sendiri. Jadi, mari kita pakai arti ala saya. Mimpi dan cita-cita, punya kesamaan. Keduanya merupakan gambaran keadaan masa depan yang diharapkan oleh seseorang. Bentuknya bisa harta, bisa pekerjaan, bisa hubungan antar manusia, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suratsurat.wordpress.com&amp;blog=3533679&amp;post=5&amp;subd=suratsurat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sayang sekali, saya tidak berhasil -errrr&#8230;tidak bersedia meluangkan waktu lebih banyak untuk- menemukan arti harfiah dari mimpi dan cita-cita. Saya punya arti sendiri. Jadi, mari kita pakai arti ala saya.</p>
<p>Mimpi dan cita-cita, punya kesamaan. Keduanya merupakan gambaran keadaan masa depan yang diharapkan oleh seseorang. Bentuknya bisa harta, bisa pekerjaan, bisa hubungan antar manusia, atau bahkan keadaan global. Itu, persamaannya.</p>
<p>Mimpi dan cita-cita juga punya perbedaan. Perbedaannya ada pada kesediaan sang pemilik mimpi dan cita-cita itu untuk melakukan upaya untuk mewujudkannya.</p>
<p>Untuk cita-cita, ada langkah nyata (meski kadang sedikit) untuk menuju keadaan yang kita harapkan itu. Langkah nyata ini bisa banyak macamnya. Bisa pakai rencana, bisa spontan. Bisa perlahan, bisa drastis. Dengan ini, cita-cita tersebut MUNGKIN tercapai. Mungkin dalam waktu dekat, mungkin juga dalam waktu lama.</p>
<p>Untuk mimpi, hmmm&#8230;. menurut saya, proses bermimpi berhenti hanya sampai menggambarkan keadaan ideal di masa depan. Setelah itu, tidak ada apa-apa. Tidak ada upaya nyata. Tidak ada usaha.</p>
<p>Not that I say that &#8220;dreaming&#8221; and &#8220;only dreaming&#8221; itu jelek ya. Tentu tidak. Mimpi bisa jadi hiburan. Bisa jadi harapan. Bisa jadi pengalihan. Jika kita dalam keadaan yang sangat jelek, memimpikan keadaan membaik somehow bisa meringankan perasaan. Menumbuhkan harapan. Meski hanya sampai disitu, saya masih berani menyatakan bahwa mimpi bisa membuat keadaan menjadi lebih baik. Keadaan saat ini ya. PRESENT. Hey, hati yang lebih senang, juga berarti keadaan sudah lebih baik kan.</p>
<p>Cita-cita, in the other hand, justru bisa membuat keadaan lebih buruk. Lho kok?</p>
<p>Dengan cita-cita, ada usaha nyata yang dilakukan untuk mewujudkan. &#8220;Usaha&#8221; ini juga termasuk mengingatkan diri kita pada cita-cita itu. Tapi seperti dua sisi logam, ada baiknya, ada juga buruknya. Baiknya, kita akan lebih dekat dengan cita-cita itu. Seiring dengan usaha yang terus dilakukan, maka cita-cita itu akan semakin dekat. Namun buruknya adalah, kemungkinan gagal dan kemungkinan kecewa. Ketika kita melakukan suatu usaha, maka kemungkinannya akan selalu &#8220;berhasil&#8221; atau &#8220;gagal&#8221;. Kalau kita tidak melakukan apa-apa, tentu kemungkinan gagal akan 0 kan. Meski juga artinya kemungkinan &#8220;berhasil&#8221; pun 0.</p>
<p>Oh, saya jadi bisa menambahkan satu perbedaan lagi ya antara mimpi dan cita-cita. Perbedaannya ada pada <span style="text-decoration:underline;">kemungkinan gagal</span>. Mimpi, tidak mungkin gagal. Cita-cita, mungkin gagal.</p>
<p>Tulisan saya diatas membuat mimpi lebih baik daripada cita-cita ya. Tidak perlu ada usaha. Tidak ada kemungkinan gagal. But hey, apa anda mau menghabiskan seluruh hidupnya hanya dengan mimpi?</p>
<p>Yakin, di masa depan anda tidak akan menyesal? Ketika menyadari bahwa &#8220;keadaan ideal&#8221; itu tidak bisa anda capai hanya karena anda tidak mau berusaha dan tidak berani gagal?</p>
<p>Tidak usah dijawab.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suratsurat.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suratsurat.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suratsurat.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suratsurat.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suratsurat.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suratsurat.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suratsurat.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suratsurat.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suratsurat.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suratsurat.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suratsurat.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suratsurat.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suratsurat.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suratsurat.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suratsurat.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suratsurat.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suratsurat.wordpress.com&amp;blog=3533679&amp;post=5&amp;subd=suratsurat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suratsurat.wordpress.com/2008/08/22/mimpi-dan-cita-cita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4704cf3ffe3c8119eb63b74028a435b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">antibilang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
